Senin, 19 September 2011

Rangkulan Tangan Sahabat


Rangkulan Tangan Sahabatku

Terduduk lemas tubuhku…
Saat diriku tahu…
Sahabatku telah pergi…
Sahabat yang paling berarti dalam hidupku…
           
                                                                        Ku teteskan tetes demi tetes air mataku..
                                                                        Ku mantapkan diriku…
                                                                        Untuk tetap merangkulnya..
                                                                        Rangkulan terakhirku untuknya..

Setiap mentari menyapa…
Ku hanya bisa menangisinya…
Lenyap telah lenyap…
Kebahagiaan di hati..
           
                                                                        Langit menjadi gelap berkelabu…
                                                                        Menyelimuti hatiku..
                                                                        Mengapa semua jadi begini?
                                                                        Perpisahan yang terjadi…
                                                                        Di antara kita..

Lalu..
Ku rasakan beberapa tangan merangkul..
Dengan penuh rasa ikhlas dan tenang..
Mengembalikan gairah hidupku lagi…

                                                                        Terasa terlupakan..
                                                                        Semua kesedihan yang mendera…
                                                                        Terasa ringan…
                                                                        Semua beban di pundakku..


Terima kasih rangkulan tangan-tangan para bintangku..

Website Twitter

Tweetdeck.com
Writelonger.com
Addictweet.com
Twuffer.com
seesmic.com
Tweetscoop.com

Lirik "Dilema-Cherrybelle"

Tuhan tolong aku (Christy ChiBi)
Ku tak dapat menahan rasa di dadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya


Tuhan bantu aku (Gigi ChiBi)
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan (Wenda ChiBi & Angel ChiBi)
Hatiku bimbang jadi tak menentu (Gigi ChiBi)
Bukan maksud diriku melukai hatimu (Gigi ChiBi & Cherly ChiBi)
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta
(Felly ChiBi & Christy ChiBi)
Never never want you
Really really love you

Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you

Never never leave you

Segera aku melupakan dirinya
(semua member ChiBi)
Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa di dadaku
(Anisa ChiBi)
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya
(Devi ChiBi)
Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
(Wenda ChiBi & Ryn ChiBi)
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu
(Cherly ChiBi)
Bukan maksud diriku melukai hatimu (Gigi ChiBi & Cherly ChiBi)
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta
(Felly ChiBi & Christy ChiBi)
Never never want you
Really really love you
Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you
Never never leave you
Segera aku melupakan dirinya
(semua member ChiBi)
Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasa… (ingin merasa…) kan dicinta

Never never want you
Really really love you

Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you

Never never leave you

Segera aku melupakan dirinya

Never never want you
Really really love you

Maafkan aku mengecewakanmu
Really really love you

Never never leave you

Perjalanan Mencari Sahabat

Perjalanan Mencari Sahabat

Berpijaklah kakiku di tempat tanpa asa…
Tertujulah mataku pada bayangan semu..
Tanpa ada nyawa disini..

Ku berjalan terus tanpa henti…
Ku berdoa di tengah kegelapan menyelimuti..
Berdoa pula di tengah dinginnya dunia ini..
Agar ada sebuah nyawa menemani..

Sampailah aku di bumi yang tak bertepi..
Mencari sebuah nyawa sahabat..
Hidup ini tak lengkap tanpa adanya sebuah sahabat..

Terlihat dari kejauhan..
Kau  melambaikan tangannya..
Dengan mengenggam asa..
Aku menghampirimu..

Terlihat senyumanmu mengembang..
Terlihat pula keramahan yang menyertai…
Tak tersadar..
Nyaman ku dibuat olehmu..

Melewati waktu yang takkan pernah berhenti…
Ternyata,ku sadar..
Kau yang kuinginkan slama ini..
Kau yang kubayangkan..
Yang slalu ku impikan..
Seorang sahabat..

Saat ku terjatuh kau slalu menangkapku..
Saat ku suka kau slalu menemaniku..
Kau yang slalu menghapus air mataku..
Kau menggenggam tanganku untuk mendukungku..

Telah banyak hari-hari yang telah berlalu..
Telah banyak pula kejadian yang telah dialami..
Dengan sgala kelebihanmu ..
Cacat hidupku seolah telah sempurna karenamu..

Seakan melayang ke masa lalu..
Ku datang tanpa asa..
Ku datang dengan kesendirian yang slalu menyertaiku…
Kembali ke masa sekarang…
Kini ku dengan asa…
Dan kesendirian itupun telah lenyap..

Terlihat kebahagiaan kini menyertaiku..
Terlihat senyuman yang slalu mengembang di bibirku..
Terlihat semangat yang membara di diriku…
Terlihat rasa cinta kasih slalu dihatiku…

Sekarang ku tlah mengerti…
Akan artinya seorang sahabat..
Akan pentingnya seorang sahabat..

Dengan pelukan sayang dari hati..
Kau slalu menemaniku..
Saat suka maupun duka..
Kau slalu menerima..
Sgala kekurangan dan kelebihanku..
Menjaga semua berita baik dan buruku..

Namun tak terasa..
Waktu yang seolah memanggilku..
Untuk ikut bersamanya..
Ku meronta-ronta..
Tapi tak bisa….

Kau genggam erat tangan ini..
Seakan tak ingin ku pergi..
Kau peluk erat tubuh ini…
Hanya 3 kata yang mampu ku ucap..
“kau sahabatku selamanya..”

Walaupun raga masih bersamamu..
Entah pergi kemana jiwaku..
Sebelum ku pergi..
Ku telah menemukan..
SAHABAT…

1 Cinta Untuk Sahabatku


1 Cinta Untuk Sahabatku

Terkenang semua kenangan yang ada…
Terungkap semua ungkapan yang ada..
Terlihat semuanya yang mampu di lihat..
Teringat masa lalu yang sangat indah..

Kenanganku bersama sahabat..
Ungkapanku untuk sahabat..
Masa laluku bersama sahabat..
Entah kapan masa itu bisa terulang kembali..

Kala diri ini berkumpul..
Semua saling memberikan..
Apa yang bisa di berikan..
Semua saling membagi..
Apa yang bisa di bagi..

Namun..
Apakah diriku mampu memberikan?
Apakah diri ini mampu membagi?
Semua kekurangan yang ada..

Tak mungkin rasanya..
Kalau aku membagi sgala kekuranganku..
Tak elok rasanya..
Jika mereka memiliki kekurangan..
Karena diriku..

Mereka membagi semua barang..
Yang mereka punya..
Membagi semua kenangan..
Yang tlah dipunyai..

Namun..
Ku mantapkan diri ini..
Untuk berkata..
“aku tak punya apa-apa untuk dibagi..
Namun,aku hanya bisa memberi..
1 cinta untuk sahabatku”

Ternyata..
1 cinta yang aku punya..
Lebih berarti daripada..
1000 barang yang bisa dibagi..

Tlah kusadari bahwa..
Sahabatku..
Kau kan slalu dihatiku..
Dengan dilindungi 1 cinta yang abadi..


Doaku Untuk Sahabatku

Ya Allah…
Jika sekarang aku berada dihadapan semua sahabatku..
Aku hanya ingin berucap “aku ingin bersama kalian selamanya”…

Ya Allah…
Jika sekarang aku tidak berada dihadapan mereka..
Aku hanya ingin berucap “aku rindu kalian,sahabatku”…

Ya Allah..
Jika sahabatku mengenangku dengan penuh kasih sayang..
Maka biarkanlah aku berada dipikirannya…

Ya Allah…
Jka aku hanya menjadi beban dipikiran sahabat-sahabatku…
Buanglah aku jauh-jauh dari pikiran mereka..

Ya Allah…
Jika mereka menginginkan aku untuk bersama mereka..
Biarkanlah aku bersama mereka selamanya…

Ya Allah…
Jika mereka tidak menginginkan aku untuk ada di hidup mereka…
Maka bawalah aku bersamamu dengan kedamaian yang abadi…

Minggu Terakhir


Minggu Terakhir

Terbayang bayanganku..
Hanya tinggal hitungan waktu..
Bunga putih kecil di pusaramu..
Tak bisa membangunkanmu…
Malaikat tak pernah berpikir..
Untuk mengembalikanmu..

Minggu..
Bayanganku menghabiskan semuanya..
Hatiku dan diriku..
Telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya..
Segera ada lilin dan doa yang menyedihkan..
Ya, diri ini tahu..
Biarkan mereka tak menangis…
Biarkan mereka tahu aku lebih senang pergi..

Bermimpi, hanya sekedar mimpi..
Ku terbangun darinya..
Dan menemukanmu..
Terlelap dalam hati ini..

Namun sayang..
Hari minggu tlah menunggu..
Dengan bunga di tanganku..
Untuk mimpi yang tlah diriku buat..
Bunga-bunga layu..
Dan kata-kata tak terucapkan..
Kesedihan yang diketahui..
Ku ingin menghibur semuanya..
Detak jantungku..
Bagaikan lonceng yang berdentang..

Hari minggupun datang..
Datang dan mencari saya..
Mataku yang indah..
Tiba-tiba tak sanggup untuk melihat..
Bumi dan bunga selamanya di atasku..
Terdengar suara yang terisak..

Tapi Kau telah mengasihiku..
Kau telah memberkatiku..
Untuk selamanya..
Dan hari ini adalah..
Minggu Terakhir..